DUA SALESMAN PAKAIAN DALAM WANITA
Cerita bermula ketika sebuah perusahaan pakaian dalam wanita merk TERANYAM dari Amerika berniat memperluas pemasaran (maaf) bra ke sebuah negara Afrika, sebut saja namanya AFRO. Sebelum produk dilempar ke pasaran, perusahaan mengirim dua orang salesman yang bernama NOLAH dan YESLAH untuk melakukan uji kelayakan. Mereka diwajibkan untuk bekerja sendiri-sendiri serta memberikan laporan langsung kepada chairman/bos TERANYAM. Bila layak dipasarkan, maka perusahaan akan segera melakukan ekspansi ke negara tersebut. Perjalanan yang mereka tempuh tidaklah mudah. Pertama-tama mereka menumpang pesawat ke negara tetangga AFRO karena di sana belum ada bandara. Selanjutnya, berhubung kondisi jalan yang tidak beraspal, penuh batu kerikil dan berlubang, praktis mereka hanya bisa menumpang kendaraan khusus medan berat yang memiliki kap terbuka. Perjalanan melelahkan sejauh 250 Km ke pusat pemerintahan AFRO tersebut ditempuh selama kurang lebih 5 jam.
Setibanya di tempat tujuan, mereka pun beristirahat di sebuah losmen sambil membagi wilayah observasi. NOLAH akan menyisir wilayah barat sedangkan YESLAH menyisir wilayah timur. Mereka sepakat untuk kembali ke losmen pada sore hari.
Singkat cerita, NOLAH dan YESLAH telah kembali ke Amerika dan diminta untuk melapor kepada bos. NOLAH adalah orang pertama yang menghadap. Sambil menghela nafas, NOLAH berkata, “Bos, tidak mungkin kita ekspansi ke AFRO, berjam-jam saya berkeliling di sana, tidak ada satu pun wanita yang memakai bra!” Bosnya bertanya, “Apakah kamu yakin tidak ada peluang sama sekali?”. Jawab NOLAH, “Tidak mungkin bos, tidak akan ada yang mau memakai bra karena mereka sudah terbiasa.” Berhubung NOLAH dianggap tidak kompeten, maka dia pun dipecat.
Selanjutnya YESLAH masuk ke ruangan dan dengan sumringah berkata, “Wah…luar biasa Bos! Berjam-jam saya berkeliling, tidak ada satu wanita pun yang memakai bra!” Bos bertanya, “Apanya yang luar biasa? Apa bisa laku kalau kita ekspansi?” Jawab YESLAH, “Kan mantap Bos, bila kita berhasil mengedukasi tentang pentingnya memakai bra, betapa besarnya pangsa pasar kita!” Karena dianggap berprestasi, maka YESLAH pun diangkat sebagai duta TERANYAM untuk AFRO dengan gaji sangat tinggi.
Apa maksud cerita dua salesman ini? Sama halnya dengan gambar ‘Wanita tua atau gadis muda?’ di atas, kita sering menemukan satu kondisi yang ditanggapi berbeda oleh beberapa orang, tergantung sudut pandang masing-masing. Beberapa contoh bisa kita lihat sebagai berikut :
- Pada saat terjadi krisis ekonomi dan Anda dipecat, apa yang ada di dalam benak Anda? Dunia berakhir ataukah peluang untuk memulai bisnis sendiri?
- Ketika ditawarkan sebuah peluang yang belum pernah Anda tekuni sama sekali, apakah Anda lantas menolak karena merasa tidak bisa? Hanya karena ‘merasa’…atau Anda ambil peluang ini sebelum orang lain mengambilnya?
- Ketika memulai bisnis dan banyak calon prospek yang menolak, apakah Anda lantas menganggap bisnis Anda mustahil dijalankan? Ataukah Anda berusaha mencari apa yang menjadi kekurangan dan berusaha mengembangkan diri?
- Ketika memulai bisnis dan saudara serta teman-teman dekat mencemooh Anda, apakah Anda berhenti supaya tidak dicemooh? Ataukah Anda akan berusaha lebih keras untuk sukses dan ’membungkam’ mereka?
Memulai sesuatu memang tidak mudah, tetapi hidup tidak akan menjadi lebih mudah bila Anda tidak pernah memulainya. Pada intinya, tidak ada pekerjaan yang mudah namun tidak ada satu pun hal yang mustahil dikerjakan, asalkan Anda mau. Bila Anda masih ingat, dulu pertama kali perusahaan AQUA memperkenalkan air minum dalam kemasan, tidak sekonyong-konyong masyarakat luas mau membelinya. Proses edukasi dan promosi dilakukan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dengan biaya yang tidak sedikit. Tetapi lihatlah sekarang ini, bukan saja AQUA mendominasi pasar, malahan telah menjadi merk generik untuk air minum dalam kemasan.
Jadi, bagaimana dengan Anda? Mau memandang warga AFRO tanpa memakai bra dari sudut pandang NOLAH atau YESLAH? Mau melihat gambar di atas sebagai wanita tua atau gadis muda?
Linggawati Saputra ST, MM




Cara pandang setiap orang memang berbeda. Demikian daya juang dan konsitensi juga berbeda.
Namun ada satu hal penting yang harus kita sadari…
Semua perjuangan pasti ada hasilnya jika dikerjakan dengan penuh semangat n pantang menyerah…
Maju terus, Mbak Linggawati….
Sukses selalu….
[Reply]
Bisa melihat sebuah peluang itu merupakan sebuah Anugrah. Jangan abaikan Anugrah tersebut. Kelola sebaik mungkin.
Ilustrasi yang Yahut mbak
[Reply]
tulisannya bener banget tuh mbak Lingga. salut dengan kiat dan keuletanmu. keep going n success ya mbak.
[Reply]
Cerita diatas mirip dgn apa yg pernah diungkapkan Tung DW namun dgn ilustrasi sepatu. But, intinya adalah anda adalah apa yg anda pikirkan.
Karenanya pusatkan pikiran anda hanya pada hal2 yg positif, produktif dan mendukung pencapaian goal dan tujuan hidup anda. Btw, good post mbak Lingga
[Reply]
sudut pndang kdang menentukan sbuah kputusan.. Nice article bro..
[Reply]
Disinilah kekuatan sikap dan mental seseorang dalam menghadapi sebuah tantangan.
jika sikapnya negatif, semua pandangannyapun negatif. Sebaliknya, jika sikapnya positif maka pandangannyapun positif terhadap tujuan2 yg ingin di capai…
Nice Posting Linggawat..
[Reply]
Ibarat sebuah gelas yang terisi dengan air setengah, tergantung dari mana memandangnya, apakah setengah isi atau setengah kosong, terserah pada persepsi masing masing orang tentunya, sama denga NOLAH dan YESLAH, mereka berbeda pemikiran itu sebuah kesempatan yang mungkin atau sebuah kesempatan yang tidak mungkin, artikel yang sangat menarik Mba Lingga, salam sukses dan hangat dari BBM
[Reply]
Jadi tergantung bagaimana kita berpikir dan bersikap. Okey.. coba saya praktekkan dulu. Thaks, dan salam Sukses.
[Reply]
tulisan yang sangat memberikan pencerahan.. thanks
[Reply]
cara pandang/presepsi didasari dari linkungan,jika TERBIASA berada di lingkungan NOLAH,maka scr otomatis otak bawah sadar akan memberikan respon NOLAH ,sebaliknya berbeda dg lingkungan yang lebih kepada YESLAH,..krn mrk terbiasa berpikir diluar kotak,jadi sukses,kaya,pintar,baik adalah pilihan yang didasari oleh lingkungan,maka kita tidak boleh memvonis ” kaum NOLAH ” bodoh/lemah,..sebaliknya kita ” kaum YESLAH ” wajib membuka paradigma/cara pandang mrk ke arah yang lebih baik,jika kaum NOLAH menolak dg perubahan pikiran,mk doakanlah mrk agar kembali kejalan yang benar,selamat memberi pemahaman terus kpd semua orang,karena JIKA KITA BERBUAT BAIK WALAUPUN REZEKI BELUM DITANGAN BENCANA SDH MENJAUH,TAPI KALAU KT BERBUAT JAHAT,WALAUPUAN REZEKI SUDAH DITANGAN,..INGAT,…BENCANA MENANTI.SUKSES BUAT ANDA,SEHAT & BAHAGIA SELALU.
[Reply]
mo sukses!? tanggalkan sudut pandang negatif setuju?
[Reply]
pertama kesini mbak. Salam kenal.
Artikel yang bagus.
[Reply]
portingan yang beginian sangat dibutuhkan gan. tetap semangat ya. good luck

[Reply]