ASEM, MANIS IK(L)AN DUH…RAME!!
“Enak ya pasang iklan di koran? Yang penting punya modal, tinggal tunggu orang telpon saja, langsung dapat order…” Mungkin banyak orang yang berpendapat seperti ini. Tetapi apakah sesederhana itu? Belum tentu, karena di luar sana ada seribu satu macam orang yang akan menghubungi Anda. Selama memasang iklan, banyak pengalaman unik yang saya rasakan. Unik karena ada yang manis, lucu, menyebalkan, sedikit asem, untungnya tidak sampai terasa pahit…
Di sini saya hanya ingin berbagi pengalaman selama saya memasang iklan. Termasuk juga tips supaya tidak terjadi hal-hal yang merugikan Anda. Mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang ingin beriklan dan semoga bisa berguna bagi Anda yang sudah pernah mencoba tetapi hasil kurang menggembirakan.
Bila Anda mau memasang iklan, pertama-tama Anda harus siap mental. Berdasarkan pengalaman, saya mencatat dari sekian banyak orang yang menghubungi, ada beberapa kategori peminat iklan, yakni :
- 60% : business seeker/serius ingin tahu tentang bisnis/produk/jasa yang Anda tawarkan (ciri-ciri business seeker : menelpon dengan gaya bicara yang antusias atau mengirim sms dengan gaya penulisan yang sopan, jelas serta menyertakan nama dan/atau domisili) . Tingkat closing : 20%
- 20% : who knows?/sekedar cari tahu, siapa tahu bisnis Anda mudah dijalankan dan produk/jasa Anda murah dan menyenangkan (ciri-ciri who knows : mengirim sms dengan pertanyaan tanpa menyertakan nama dan domisili, gaya bicara kurang antusias atau meninggalkan panggilan tak terjawab/mematikan panggilan setelah Anda jawab). Tingkat closing : 10%
- 10% : just for fun/iseng-iseng…dibalas syukur, tidak dibalas juga tidak apa-apa. Kalau dibalas, siapa tahu bisa berkenalan dengan Anda, bisa gabung/beli bisa juga tidak (ciri-ciri just for fun : meninggalkan panggilan tak terjawab/mematikan panggilan setelah Anda jawab). Tingkat closing : 5%
- 5% : miscellaneous/kurang jelas apa maunya (ciri-ciri miscellaneous : pura-pura salah sambung, menanyakan apakah Anda si Anu yang dulu sekolah di Anu, HP tadi dipinjam oleh teman dan ada arsip nomor Anda, lebih lucu lagi begitu ditelpon balik malah nanya “Ini siapa?”. Biasanya mereka suka sms/meninggalkan panggilan tak terjawab antara jam 12 malam - 6 pagi). Tingkat closing : 0%
- 5% : third party jumper/menawari Anda peluang/produk/jasa lain (ciri-ciri third party jumper : selalu memakai media sms, metode hard selling tanpa identitas, kecuali yang menawarkan kredit tanpa agunan dari bank X). Tidak perlu membalas sms dari kelompok ini bila Anda memang tidak membutuhkan produk mereka. Tingkat closing : 0%
Berbagai penyimpangan bisa Anda temui bila berhadapan dengan kelompok ke-3 dan ke-4 (just for fun dan miscellaneous). Banyak di antara mereka akan bertanya “Ibu/mbak sudah berkeluarga blm?”; “Umur kamu berapa?”; “Boleh gak kita kenal lebih dekat?”; bahkan ada juga yang menggunakan kalimat-kalimat tidak senonoh. Bila Anda merasa terganggu, ikuti saja metode ampuh dari saya dalam menangkal telpon iseng. Ada juga yang terang-terangan minta dikirimi produk gratis. Abaikan saja, Anda tidak perlu terpancing oleh hal-hal seperti itu.
Satu hal yang pasti, di mana pun Anda memasang iklan, AKAN ADA ORANG YANG MENGHUBUNGI ANDA, kecuali bila Anda memasang iklan di atas pohon di tengah-tengah hutan. Namun seberapa besar tingkat closing yang terjadi, tergantung beberapa faktor, yakni :
- Apakah calon prospek Anda sudah siap membeli? Baca topik mengenai kesiapan untuk membeli yang dibahas oleh Joko Susilo.
- Apakah Anda sudah benar-benar yakin dengan bisnis/produk yang Anda tawarkan? Karena hal ini berhubungan erat dengan rasa memiliki dan kesiapan Anda untuk menjawab semua pertanyaan.
- Apakah calon prospek bisa percaya kepada Anda? Hal ini sangat penting, karena Anda hanya berkomunikasi dengan mereka melalui telepon dan mereka hanya akan mentransfer uang bila mereka sudah yakin kepada Anda.
- Attitude (sikap) Anda dalam menghadapi calon prospek. Lebih banyak teman, maka lebih banyak closing. Perlakukan mereka sebagai teman yang membutuhkan informasi/produk/jasa/peluang yang Anda tawarkan. Bila ada yang mulai menyimpang dari topik, segera kembalikan ke laptop (seperti kata Tukul Arwana). Bila simpangan terlalu jauh, hadapi dengan kepala dingin, supaya Anda tidak menambah daftar musuh. Jangan sampai waktu Anda terbuang untuk menanggapi telepon/sms yang mengganggu karena ada yang sakit hati dengan Anda. Bagaimana cara menyikapi penyimpangan ini sudah saya bagikan di atas.
- Yang tidak kalah penting adalah media pemasangan iklan. Contoh : memasang iklan tentang otomotif di majalah kesehatan tentu kurang tepat. Begitu pula bila Anda memasang iklan tentang produk kecantikan di tabloid otomotif. Salah satu contoh pemasangan iklan yang tepat (bisnis pulsa di tabloid PULSA) bisa dilihat di bawah ini :
- Jangan lupa, selalu ada kali pertama untuk semua hal. Bila Anda baru pertama kali beriklan dan belum terlalu banyak closing, pasang lagi iklan berikutnya. Mungkin format iklan Anda kurang menarik, headline kurang menggigit, salah penempatan, media kurang sesuai atau cara Anda menangani calon prospek yang kurang tepat. Anda bisa meminta tips dari orang-orang yang sudah berpengalaman dalam beriklan. Anda juga bisa mencatat dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang mungkin telah Anda lakukan. Alah bisa karena berusaha, dengan kata lain…PRACTICE MAKE PROGRESS…
Sepertinya sudah cukup banyak pengalaman yang saya bagikan seputar pemasangan iklan. Semoga berguna, selamat beriklan dan salam sukses selalu!
Linggawati Saputra ST, MM





Tips yang menarik sekali mba lingga, sepertinya ini rangkuman dari dua artikel yang pernah mba keluarkan dulu ya : Tips meningkatkan closing dari koran dan efisiensi pulsa : telpon atau SMS ?.
Sebenarnya dari pertama kali artikel tentang iklan koran dikeluarkan, saya sudah tertarik untuk mencoba mba. Tapi kalo boleh tahu dari pengalaman mba lingga seberapa efektif pemasangan iklan dikoran untuk produk-produk on line?, apakah persentase diatas hasil dari pemasangan iklan koran saja ?..kalo iya berarti waktu riset prospek tidak dicampur aduk sama pemasangan iklan-iklan yang lain ya…
hehe…maaf banyak nanya nih sama mba lingga, maklum masih tahap belajar mba
-terimakasih-
[Reply]
Linggawati Reply:
April 25th, 2009 at 7:09 pm
Kalau sudah tertarik, mengapa tidak mencoba Mas? Bila kita sudah punya produk bagus, format iklan yang oke dan medianya cocok, hasil pasti ada. Namun seefektif apapun metode promosinya, tetap harus kita kerjakan supaya hasilnya maksimal.
Prosentase kelompok di atas adalah hasil iklan dari tabloid saja.
Oke, selamat mencoba ya…semoga sukses!
[Reply]
hebat nih makin maju usahanya..
[Reply]
Artikel yang menarik…. Analisa dari pengalaman langsung … sangat berguna bagi kita yang mau terjun di media massa…..
Pada dasarnya si penelpon sudah pada tahap kemungkinan 50% lebih akan membeli produk yang kita tawarkan… Tingkat closing tergantung bagaimana kita merespon setiap penelpon yang masuk….
Selamat dan sukses untuk Mbak Linggawati….
Thanks
Jack
[Reply]
salam kenal..
blog anda ini menarik sekali artikelnya..
tetap semangat ngeblog sambil berbisnis yah..
c ya.. kalo ada waktu mampir di blog saya.. ^-^
[Reply]