<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Inhouse Business</title>
	<atom:link href="http://www.inhousebusiness.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.inhousebusiness.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 12:57:28 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>MENCICIPI NASI UDUK GONDANGDIA</title>
		<link>http://www.inhousebusiness.com/?p=1039</link>
		<comments>http://www.inhousebusiness.com/?p=1039#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 12:52:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Linggawati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>

		<category><![CDATA[TOP NEWS]]></category>

		<category><![CDATA[Gondangdia]]></category>

		<category><![CDATA[Gurih]]></category>

		<category><![CDATA[Nasi Uduk Favorit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inhousebusiness.com/?p=1039</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sehari, 100 porsi nasi uduk bisa terjual. Padahal, rumah makan ini baru sebulan beroperasi. 
Bagi masyarakat yang tinggal di Jakarta, nasi uduk bukanlah menu yang asing. Masakan khas Betawi ini banyak dijajakan dari tempat makan pinggir jalan sampai restoran berkelas. Penggemarnya pun tidak sedikit karena nasi yang dimasak dengan santan ini bisa disantap kapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/gambar-web5.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1051" title="gambar-web5" src="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/gambar-web5-300x221.jpg" alt="" width="300" height="221" /></a><em>Dalam sehari, 100 porsi nasi uduk bisa terjual. Padahal, rumah makan ini baru sebulan beroperasi. </em></p>
<p>Bagi masyarakat yang tinggal di Jakarta, nasi uduk bukanlah menu yang asing. Masakan khas Betawi ini banyak dijajakan dari tempat makan pinggir jalan sampai restoran berkelas. Penggemarnya pun tidak sedikit karena nasi yang dimasak dengan santan ini bisa disantap kapan saja.</p>
<p>Dari beberapa &#8216;nama&#8217; penjual nasi uduk yang populer di Jakarta, Nasi Uduk Gondangdia adalah salah satunya. Meski menunya tidak berbeda jauh dengan penjual dari uduk lain, tapi soal rasa boleh diadu. Sebut saja nasi uduknya, untuk menjaga kualitas tetap gurih, beras yang dipakai adalah beras pilihan bermutu tinggi. Sedangkan kelapa yang digunakan untuk santan sebagai campurannya, dipilih yang besar, tua dan berkulit kuning. Alhasil, rasa gurih nasi pun sangat kentara berpadu dengan santan.</p>
<p>Uniknya lagi, nasi uduk beserta taburan bawang gorengnya dibungkus dengan daun pisang berbentuk kerucut yang tingginya sekitar 30 cm. Isinya pun cukup banyak dan masih pantas untuk mengenyangkan perut satu orang.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa Nasi Uduk Gondangdia merupakan usaha restoran waralaba yang bermula di Jalan Gondangdia Lama, Jakarta Pusat. Pada pertengahan Januari lalu, resto yang awalnya berdiri tahun 1993 ini, membuka cabang waralaba ke-8 di Ruko Daan Mogot Baru Blok LC 2 No.3, Kalideres, hanya selangkah dari Mal Daan Mogot dan RSIA Hermina Daan Mogot.</p>
<p>Sebagai rumah makan yang menyajikan cita rasa nusantara, Nasi Uduk Gondangdia sangat memperhatikan faktor kesehatan masyarakat pembelinya. Salah satu contoh adalah tidak digunakannya MSG atau vetsin serta bahan pengawet dalam semua masakan. Agar lebih higienes, semua bahan baku di-<em>display</em> dalam <em>show case </em>berpendingin sebelum diproses. Pembeli pun bisa memilih sendiri lauk-pauk yang akan disantap.</p>
<p>Berdiri di ruko berlantai 3, Nasi Uduk Gondangdia memiliki berbagai menu lauk-pauk dengan harga terjangkau sebagai pendamping nasi uduk. Mulai dari ayam goreng atau bakar, bebek, tahu, tempe, sampai ikan. Dari beberapa menu yang tersedia, paling banyak dipesan sebagai menu favorit adalah Ayam Kuning, Ayam Bakar dan Empal Daging Goreng.</p>
<p>Di luar dari menu biasa di seluruh cabangnya, Nasi Uduk Gondangdia cabang Kalideres menyediakan jajanan khas, Pempek Bangka dengan 3 pilihan sambal &#8216;cocolan&#8217; yang berbeda-beda.</p>
<p>Sebagai menu pelepas dahaga, di samping soft drink, tersedia pula aneka jus yang benar-benar kental rasa buahnya. Nasi Uduk Gondangdia cabang Kalideres yang dilengkapi puluhan saluran TV kabel berlayar 32 inch di ruang makannya ini, buka setiap hari pukul 10.00 - 22.00 WIB. Nikmati pula layanan pesan antar tanpa minimum order untuk wilayah Daan Mogot Baru.</p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inhousebusiness.com/?feed=rss2&amp;p=1039</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BERMAIN MAINAN SAHAM VS OPTION</title>
		<link>http://www.inhousebusiness.com/?p=1026</link>
		<comments>http://www.inhousebusiness.com/?p=1026#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 06:54:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Linggawati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>

		<category><![CDATA[TOP NEWS]]></category>

		<category><![CDATA[analisa]]></category>

		<category><![CDATA[harta karun]]></category>

		<category><![CDATA[option]]></category>

		<category><![CDATA[saham]]></category>

		<category><![CDATA[trading]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inhousebusiness.com/?p=1026</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin banyak di antara Anda yang sering mendengar kata SAHAM namun merasa itu sebagai &#8216;mainan&#8217; orang besar alias the haves. Sama, dulu juga saya berpikir seperti itu. Dan yang saya tahu, main saham resikonya besar, sama besarnya dengan jumlah uang yang ditanam. Jadi, kalau tidak dimainkan dengan uang lebih yang siap untuk dibuang punya, jangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin banyak di antara Anda yang sering mendengar kata SAHAM namun merasa itu sebagai &#8216;mainan&#8217; orang besar alias the haves. Sama, dulu juga saya berpikir seperti itu. Dan yang saya tahu, main saham resikonya besar, sama besarnya dengan jumlah uang yang ditanam. Jadi, kalau tidak dimainkan dengan uang lebih yang siap untuk dibuang punya, jangan main-main dengan mainan yang satu ini. Tapi ada satu realita yang selalu menggelitik saya, mengapa orang kaya biasanya tambah kaya, mau krisis kek&#8230;mau ada bom kek&#8230;beda dengan golongan menengah ke bawah yang mudah &#8216;goncang&#8217;. Jawabannya : karena orang kaya sudah tahu cara untuk kaya, menjaga kekayaan dan mengembangkannya&#8230;melalui SAHAM!</p>
<p>Di sebuah seminar saya pernah menonton film singkat berdurasi sekitar 5 menit, tetapi inti ceritanya sangat jelas dan benar-benar menggugah hati saya. Ada seorang investor saham yang selalu bepergian dengan limousinnya. Saking sibuk, segala urusan jual beli (trading) selalu dilakukan melalui telepon di sepanjang perjalanan. Hal ini berlangsung setiap hari hingga sang supir pribadi pensiun dan pulang ke kampung halamannya.  Sesampainya di kampung, sang supir disambut oleh anak perempuan semata wayang yang baru saja ditinggal oleh suaminya. Sang anak kebingungan, bagaimana harus bertahan hidup karena kehilangan tulang punggung keluarga.  Di antara kebingungannya itu, alangkah kagetnya dia ketika sang ayah mengeluarkan selembar cek bertuliskan $1,000,000.</p>
<p>&#8220;Darimana ayah dapat uang sebanyak ini?&#8221; tanya sang anak. Sang ayah tersenyum dan berkata, &#8220;Ini hasil main saham selama ayah bekerja. Setiap kali atasan ayah menelepon pialangnya untuk jual-beli saham, ayah selalu menyimak dan kadang-kadang ayah juga ikut jual-beli sedikit. &#8221; Sebagai ilustrasi, atasan sang ayah bisa jadi pakar saham dan orang terkaya di dunia, Warren Buffet. Jadi, kalau mau berhasil, ikut saja apa yang dibeli sama Warren Buffet&#8230;</p>
<p>Memang untuk main saham diperlukan modal yang lumayan, dari perusahaan sekuritas saja menawarkan modal minimal Rp 100 juta. Tentu tidak semua orang punya, jadi Anda bisa  membeli turunan dari saham yaitu option, yang bisa dimulai dengan modal 10 juta saja. Option bisa menguntungkan pada saat saham naik maupun turun, karena ada dua kondisi pada option, yakni CALL (hak membeli) di mana kita mengharapkan harga saham naik dan PUT (hak menjual) di mana harga saham diharapkan turun. Apakah saham bakal turun atau naik, kita harus belajar pintar menganalisa dan menangkap &#8216;nafas pasar&#8217; terlebih dahulu. Untuk menjadi mahir dalam hal ini, diperlukan kejelian, kesabaran, ketekunan dan mental kaya (mental kaya artinya yakin 100% kalau kita akan kaya, terlepas dari bagaimana pun kondisi kita sekarang ini).</p>
<p>Analisa saham ada dua macam, yakni fundamental dan teknikal. Saya tidak akan membahas mengenai fundamental di artikel ini. Mengenai saham, option, cara buka rekening, main di virtual trading (latihan dengan uang bohongan hingga Anda mahir) ,  cara bermain yang aman (dengan asuransi), analisa, silakan Anda pelajari sendiri di <a title="Video Book Training Saham " href="http://www.inhousebusiness.com/trainingsaham" target="_blank">TRAINING SAHAM</a>. Yakinlah, bila Anda sudah mempelajari dan mempraktekkannya, Anda akan menemukan bahwa dunia saham sangatlah mengasyikkan. Akhir kata, saya ucapkan selamat berburu &#8216;harta karun&#8217;.</p>
<p>Linggawati Saputra ST, MM</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inhousebusiness.com/?feed=rss2&amp;p=1026</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PAKET IS &#8220;LEMOTED&#8221; MODEM SMART EV-DO</title>
		<link>http://www.inhousebusiness.com/?p=1015</link>
		<comments>http://www.inhousebusiness.com/?p=1015#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 11:56:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Linggawati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[TOP NEWS]]></category>

		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<category><![CDATA[lemot]]></category>

		<category><![CDATA[modem]]></category>

		<category><![CDATA[server]]></category>

		<category><![CDATA[smart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inhousebusiness.com/?p=1015</guid>
		<description><![CDATA[Ada suatu istilah yang kerap saya akui kebenarannya, tetapi belakangan saya agak meragukan hal itu. PRICE DOES MATTER menggambarkan kondisi bila kita membayar lebih, kita akan mendapat lebih pula. Tetapi apa yang terjadi pada saat memakai modem USB Smart benar-benar mengecewakan saya.
Saya memakai modem USB Smart EV-DO karena tertarik dengan iklannya. Harga yang ditawarkan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/slow-internet-connection.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1018" title="slow-internet-connection" src="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/slow-internet-connection-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Ada suatu istilah yang kerap saya akui kebenarannya, tetapi belakangan saya agak meragukan hal itu. PRICE DOES MATTER menggambarkan kondisi bila kita membayar lebih, kita akan mendapat lebih pula. Tetapi apa yang terjadi pada saat memakai modem USB Smart benar-benar mengecewakan saya.</p>
<p>Saya memakai modem USB Smart EV-DO karena tertarik dengan iklannya. Harga yang ditawarkan untuk modem dan langganan satu tahun termasuk DOES MATTER, yakni Rp 2.700.000 dan bisa dicicil melalui kartu kredit. Saya akhirnya membeli dengan pertimbangan praktis, bentuknya mungil dan koneksi internet untuk download konon bisa mencapai 3,6 Mbps dan untuk upload 1,8 Mbps. Pada awalnya cukup lancar dan memuaskan, tetapi setelah dipakai satu minggu, koneksi sangat lambat dan sering putus, terutama untuk ke server luar negeri. Hal ini <strong>SANGAT MENGGANGGU DAN MERUGIKAN</strong>, karena kelancaran bisnis saya sangat tergantung koneksi internet yang handal. Bukti tes kecepatan internet melalui www.speedtest.net dapat dilihat di bawah ini.</p>
<p><a href="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/speedtest-smart-ev-do.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1021" title="speedtest-smart-ev-do" src="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/speedtest-smart-ev-do.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p>Saya sudah mengajukan keluhan melalui telepon ke 882, mengirim email berkali-kali bahkan mendatangi counter Smart di tempat pembelian. Tetapi jawaban yang saya terima sangat tidak memuaskan. Bila melalui email hanya dijawab keluhan sudah dilaporkan. Melalui telepon dan customer service saya mendapat jawaban tentang pengembangan jaringan bawah tanah. Ada yang mengatakan wilayah tempat tinggal saya yang masih merah (tetapi anehnya dicantumkan di website), ada yang bilang sedang banyak pemakainya sehingga &#8216;berebutan&#8217;. Kalau memang ada pembatasan kapasitas, mengapa promosi Smart terkesan jor-joran? Mengapa Smart tidak mempersiapkan terlebih dahulu infrastruktur sebelum melempar produk ke pasaran?</p>
<p>Yang menjadi masalah, bila saya tidak mau memakai Smart dan ganti ke produk lain, apakah saya bisa menjual kembali produknya? Apalagi saya memilih paket pasca bayar selama 1 tahun, artinya seperti apa pun kualitas produknya saya hanya bisa pasrah dan terpaksa membayar. Di manakah letak perlindungan bagi konsumen kalau seperti ini?</p>
<p>Saat ini saya bingung harus mengadu ke mana lagi karena seperti menemui jalan buntu. Nomor HP Smart saya 088210070634, nomor smart modem EV-DO 088210783141.</p>
<p>Linggawati Saputra ST, MM</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inhousebusiness.com/?feed=rss2&amp;p=1015</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>APA ARTI BEKERJA BAGI KAMU?</title>
		<link>http://www.inhousebusiness.com/?p=992</link>
		<comments>http://www.inhousebusiness.com/?p=992#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 10:27:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Linggawati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SELF IMPROVEMENT]]></category>

		<category><![CDATA[TOP NEWS]]></category>

		<category><![CDATA[aktualisasi diri]]></category>

		<category><![CDATA[bekerja]]></category>

		<category><![CDATA[berkarya]]></category>

		<category><![CDATA[hak asasi manusia]]></category>

		<category><![CDATA[karya seni]]></category>

		<category><![CDATA[pencapaian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inhousebusiness.com/?p=992</guid>
		<description><![CDATA[Ide untuk menulis artikel ini timbul ketika tanpa sengaja saya bertemu dengan teman lama di sebuah ATM. Setelah bertegur sapa dan mungkin karena melihat bawaan saya yang santai, dia pun bertanya, &#8220;Kamu tidak bekerja ya?&#8221;
Sambil tersenyum, saya hanya menjawab, &#8220;Yang saya lakukan sekarang adalah bekerja&#8221; dan mengeluarkan kartu nama. Maksud saya, memberikan kartu nama adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/addicted.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1009" title="addicted" src="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/addicted-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Ide untuk menulis artikel ini timbul ketika tanpa sengaja saya bertemu dengan teman lama di sebuah ATM. Setelah bertegur sapa dan mungkin karena melihat bawaan saya yang santai, dia pun bertanya, &#8220;Kamu tidak bekerja ya?&#8221;</p>
<p>Sambil tersenyum, saya hanya menjawab, &#8220;Yang saya lakukan sekarang adalah bekerja&#8221; dan mengeluarkan kartu nama. Maksud saya, memberikan kartu nama adalah bagian dari pekerjaan, karena di dalamnya ada informasi tentang apa yang saya kerjakan dan tentu saja, nomor HP saya.</p>
<p>Kejadian serupa saya alami beberapa kali. Hal ini menggelitik pemikiran saya, apakah sebenarnya kategori bekerja dan tidak bekerja itu? Tidak ada jawaban yang mutlak, karena pada dasarnya setiap orang butuh makan dan untuk itu harus ada uang yang diperoleh dari mengerjakan sesuatu. Nah&#8230;mengerjakan sesuatu inilah yang dinamakan bekerja. Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk mengerjakan sesuatu dan menghasilkan pendapatan.</p>
<p>Saya pernah membaca di sebuah harian terkenal bahwa seorang ibu rumah tangga pun bekerja, karena ada sesuatu yang dikerjakannya. Seorang pegawai swasta, PNS, profesional, pedagang atau pengusaha, berjuang dari pagi hingga petang bahkan malam hari, jelas mengerjakan sesuatu. Pemegang lisensi bisnis waralaba, hak paten produk terkenal, investor saham, pengarang buku atau lagu yang mendapat royalti, tetap melakukan sesuatu meskipun tidak terlihat oleh orang lain.</p>
<p>Selain memiliki cara tersendiri, setiap orang juga memiliki standar kehidupan masing-masing. Ada yang bisa hidup dengan penghasilan 1 juta atau 2, 5, 10, bahkan 20 juta per bulan. Ada yang sibuk mengerjakan sesuatu dari pagi hingga malam dan tetap hidup sederhana. Ada pula yang terlihat santai-santai di rumah atau hanya bepergian dari satu tempat ke tempat lain, tetapi bisa hidup berkecukupan. Di manakah letak perbedaannya? Mengapa ada orang yang bisa menghasilkan 1 juta per bulan, ada pula yang mendapatkannya dalam hitungan minggu, hari, jam bahkan menit?</p>
<p>Agar lebih obyektif, saya melemparkan kuis APA ARTI BEKERJA BAGI KAMU? di sebuah forum pertemanan dan beberapa pendapat akan saya lampirkan di artikel ini. Saya tidak sedang mencari jawaban yang benar ataupun salah, karena setiap orang memiliki pandangan tersendiri tentang bekerja. Mohon maaf tidak semua opini bisa dimuat berhubung keterbatasan tempat.</p>
<p>Inilah beberapa opini yang terpilih&#8230;</p>
<ul>
<li><strong>LIMAN TANJAYA </strong>: bekerja itu SENI, karena tanpa rasa seni kita akan bekerja setengah hati, sehingga kita akan menghasilkan sesuatu tanpa JIWA dan RASA. Bila kita bekerja dengan rasa dan semangat untuk menghasilkan suatu karya, maka akan tercipta KARYA SENI.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>BANG BENNY </strong>: bekerja adalah salah satu bentuk ibadah dan sebagai wadah aktualisasi diri sesuai dengan kemampuan kita selaras dengan apa yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>JOHNSON SENARICO </strong>: bekerja adalah suatu tindakan untuk meraih sesuatu yang kita inginkan. Semua manusia hidup pasti punya keinginan/harapan sehingga akan terus bekerja. Dalam bekerja kita harus membangun hubungan yang seimbang baik secara horizontal maupun vertikal.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>MARIATI</strong> : bekerja adalah melakukan sesuatu yang akan menghasilkan hal yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Bekerja tidak dibatasi waktu atau tempat, yang penting kita suka melakukannya dan mencintai pekerjaan kita itu.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>LINDAWATY SALIM </strong> : working is a way for self-actualisation. In matter fact, I got more experience, knowledge about people who u dealing with, additional friends as bonuses, also of course gain salary to make living.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>BUDI MULYONO SOETOPO</strong> : working means to contribute &#8216;your thoughts&#8217;/'create value&#8217; for the company, the society and to acquire your personal development, wealth and raise a great family.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>TJONG EDDY SADIKIN </strong>: bekerja adalah bagian dari HAK ASASI MANUSIA. Karena HAM terbagi atas dua makna yaitu HAK HIDUP dan HAK BEKERJA. Dengan bekerja baru bisa menopang dan melanjutkan hidupnya dari hasil bekerja.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>SUGIANTO KWEE</strong> : bekerja adalah usaha seseorang untuk berpikir atau melakukan beragam aktivitas yang mengeluarkan biaya (A) dan menghasilkan pendapatan yang lebih besar (B). Bekerja tidak mengenal lokasi, jadi selama prinsip bekerja ini masih diterapkan, orang tersebut sudah bekerja.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>LINGGAWATI SAPUTRA</strong> : working means doing the things that I love and loving the things that I do, at anytime or place that I want, to build the life that I desire and to be grateful for every step of the way&#8230;</li>
</ul>
<p>Satu kesimpulan yang bisa saya tarik, bekerja itu adalah bagian dari kehidupan yang Ujung-Ujungnya adalah Duit (UUD).</p>
<p>Harapan saya, semoga artikel ini bisa memberi inspirasi bagi Anda yang sedang mencari jati diri dan merasa belum puas dengan apa yang dikerjakan serta pencapaian pada saat ini. Mungkin Anda bisa memperoleh pencerahan lebih lanjut <a title="Training Saham Online" href="http://www.inhousebusiness.com/trainingsaham" target="_blank">DI SINI</a>. Bagi yang punya pendapat lain tentang bekerja, silakan mengisi di kolom komentar. Salam dahsyat!</p>
<p>Linggawati Saputra ST, MM</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inhousebusiness.com/?feed=rss2&amp;p=992</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>DUA SALESMAN PAKAIAN DALAM WANITA</title>
		<link>http://www.inhousebusiness.com/?p=971</link>
		<comments>http://www.inhousebusiness.com/?p=971#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 11:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Linggawati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>

		<category><![CDATA[TOP NEWS]]></category>

		<category><![CDATA[AQUA]]></category>

		<category><![CDATA[pakaian dalam]]></category>

		<category><![CDATA[peluang]]></category>

		<category><![CDATA[salesman]]></category>

		<category><![CDATA[sudut pandang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inhousebusiness.com/?p=971</guid>
		<description><![CDATA[Cerita bermula ketika sebuah perusahaan pakaian dalam wanita merk TERANYAM dari Amerika berniat memperluas pemasaran (maaf) bra ke sebuah negara Afrika, sebut saja namanya AFRO. Sebelum produk dilempar ke pasaran, perusahaan mengirim dua orang salesman yang bernama NOLAH dan YESLAH untuk melakukan uji kelayakan. Mereka diwajibkan untuk bekerja sendiri-sendiri serta memberikan laporan langsung kepada chairman/bos TERANYAM.  Bila layak dipasarkan, maka perusahaan akan segera melakukan ekspansi ke negara tersebut. Perjalanan yang mereka tempuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/1_old-young-woman.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-982" title="1_old-young-woman" src="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/1_old-young-woman-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Cerita bermula ketika sebuah perusahaan pakaian dalam wanita merk TERANYAM dari Amerika berniat memperluas pemasaran (maaf) bra ke sebuah negara Afrika, sebut saja namanya AFRO. Sebelum produk dilempar ke pasaran, perusahaan mengirim dua orang salesman yang bernama NOLAH dan YESLAH untuk melakukan uji kelayakan. Mereka diwajibkan untuk bekerja sendiri-sendiri serta memberikan laporan langsung kepada chairman/bos TERANYAM.  Bila layak dipasarkan, maka perusahaan akan segera melakukan ekspansi ke negara tersebut. Perjalanan yang mereka tempuh tidaklah mudah. Pertama-tama mereka menumpang pesawat ke negara tetangga AFRO karena di sana belum ada bandara.  Selanjutnya, berhubung kondisi jalan yang tidak beraspal, penuh batu kerikil dan berlubang, praktis mereka hanya bisa menumpang kendaraan khusus medan berat yang memiliki kap terbuka. Perjalanan melelahkan sejauh 250 Km ke pusat pemerintahan AFRO tersebut ditempuh selama kurang lebih 5 jam. </p>
<p>Setibanya di tempat tujuan, mereka pun beristirahat di sebuah losmen sambil membagi wilayah observasi. NOLAH akan menyisir wilayah barat sedangkan YESLAH menyisir wilayah timur. Mereka sepakat untuk kembali ke losmen pada sore hari. </p>
<p>Singkat cerita, NOLAH dan YESLAH telah kembali ke Amerika dan diminta untuk melapor kepada bos. NOLAH adalah orang pertama yang menghadap. Sambil menghela nafas, NOLAH berkata, &#8220;Bos, tidak mungkin kita ekspansi ke AFRO, berjam-jam saya berkeliling di sana, tidak ada satu pun wanita yang memakai bra!&#8221; Bosnya bertanya, &#8220;Apakah kamu yakin tidak ada peluang sama sekali?&#8221;. Jawab NOLAH, &#8220;Tidak mungkin bos, tidak akan ada yang mau memakai bra karena mereka sudah terbiasa.&#8221; Berhubung NOLAH dianggap tidak kompeten, maka dia pun dipecat.</p>
<p>Selanjutnya YESLAH masuk ke ruangan dan dengan sumringah berkata, &#8220;Wah&#8230;luar biasa Bos! Berjam-jam saya berkeliling, tidak ada satu wanita pun yang memakai bra!&#8221; Bos bertanya, &#8220;Apanya yang luar biasa? Apa bisa laku kalau kita ekspansi?&#8221; Jawab YESLAH, &#8220;Kan mantap Bos, bila kita berhasil mengedukasi tentang pentingnya memakai bra, betapa besarnya pangsa pasar kita!&#8221; Karena dianggap berprestasi, maka YESLAH pun diangkat sebagai duta TERANYAM untuk AFRO dengan gaji sangat tinggi.</p>
<p>Apa maksud cerita dua salesman ini? Sama halnya dengan gambar &#8216;Wanita tua atau gadis muda?&#8217; di atas, kita sering menemukan satu kondisi yang ditanggapi berbeda oleh beberapa orang, tergantung sudut pandang masing-masing.  Beberapa contoh bisa kita lihat sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Pada saat terjadi krisis ekonomi dan Anda dipecat, apa yang ada di dalam benak Anda? Dunia berakhir ataukah peluang untuk memulai bisnis sendiri?</li>
<li>Ketika ditawarkan sebuah peluang yang belum pernah Anda tekuni sama sekali, apakah Anda lantas menolak karena merasa tidak bisa? Hanya karena &#8216;merasa&#8217;&#8230;atau Anda ambil peluang ini sebelum orang lain mengambilnya?</li>
<li>Ketika memulai bisnis dan banyak calon prospek yang menolak, apakah Anda lantas menganggap bisnis Anda mustahil dijalankan? Ataukah Anda berusaha mencari apa yang menjadi kekurangan dan berusaha mengembangkan diri?</li>
<li>Ketika memulai bisnis dan saudara serta teman-teman dekat mencemooh Anda, apakah Anda berhenti supaya tidak dicemooh? Ataukah Anda akan berusaha lebih keras untuk sukses dan &#8217;membungkam&#8217; mereka? </li>
</ul>
<p>Memulai sesuatu memang tidak mudah, tetapi hidup tidak akan menjadi lebih mudah bila Anda tidak pernah memulainya. Pada intinya, tidak ada pekerjaan yang mudah namun tidak ada satu pun hal yang mustahil dikerjakan, asalkan Anda mau.  Bila Anda masih ingat, dulu pertama kali perusahaan AQUA memperkenalkan air minum dalam kemasan, tidak sekonyong-konyong masyarakat luas mau membelinya. Proses edukasi dan promosi dilakukan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dengan biaya yang tidak sedikit. Tetapi lihatlah sekarang ini, bukan saja AQUA mendominasi pasar, malahan telah menjadi merk generik untuk air minum dalam kemasan.</p>
<p>Jadi, bagaimana dengan Anda?  Mau memandang warga AFRO tanpa memakai bra dari sudut pandang NOLAH atau YESLAH?  Mau melihat gambar di atas sebagai wanita tua atau gadis muda?</p>
<p>Linggawati Saputra ST, MM</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inhousebusiness.com/?feed=rss2&amp;p=971</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ASEM, MANIS IK(L)AN DUH&#8230;RAME!!</title>
		<link>http://www.inhousebusiness.com/?p=930</link>
		<comments>http://www.inhousebusiness.com/?p=930#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 04:40:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Linggawati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[MARKETING TIPS]]></category>

		<category><![CDATA[TOP NEWS]]></category>

		<category><![CDATA[bisnis pulsa]]></category>

		<category><![CDATA[iklan]]></category>

		<category><![CDATA[Joko Susilo]]></category>

		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<category><![CDATA[practice]]></category>

		<category><![CDATA[progress]]></category>

		<category><![CDATA[tabloid PULSA]]></category>

		<category><![CDATA[V-net Club]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inhousebusiness.com/?p=930</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Enak ya pasang iklan di koran? Yang penting punya modal, tinggal tunggu orang telpon saja, langsung dapat order&#8230;&#8221; Mungkin banyak orang yang berpendapat seperti ini. Tetapi apakah sesederhana itu? Belum tentu, karena di luar sana ada seribu satu macam orang yang akan menghubungi Anda. Selama memasang iklan, banyak pengalaman unik yang saya rasakan. Unik karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/duhrame2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-955" title="duhrame" src="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/duhrame2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>&#8220;Enak ya pasang iklan di koran? Yang penting punya modal, tinggal tunggu orang telpon saja, langsung dapat order&#8230;&#8221; Mungkin banyak orang yang berpendapat seperti ini. Tetapi apakah sesederhana itu? Belum tentu, karena di luar sana ada seribu satu macam orang yang akan menghubungi Anda. Selama memasang iklan, banyak pengalaman unik yang saya rasakan. Unik karena ada yang manis, lucu, menyebalkan, sedikit asem, untungnya tidak sampai terasa pahit&#8230;</p>
<p>Di sini saya hanya ingin berbagi pengalaman selama saya memasang iklan. Termasuk juga tips supaya tidak terjadi hal-hal yang merugikan Anda. Mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang ingin beriklan dan semoga bisa berguna bagi Anda yang sudah pernah mencoba tetapi hasil kurang menggembirakan.</p>
<p>Bila Anda mau memasang iklan, pertama-tama Anda harus siap mental. Berdasarkan pengalaman, saya mencatat dari sekian banyak orang yang menghubungi, ada beberapa kategori peminat iklan, yakni :</p>
<ul>
<li><strong>60% : business seeker</strong>/serius ingin tahu tentang bisnis/produk/jasa yang Anda tawarkan (ciri-ciri business seeker : menelpon dengan gaya bicara yang antusias atau mengirim sms dengan gaya penulisan yang sopan, jelas serta menyertakan nama dan/atau domisili) . Tingkat closing : 20%</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>20% : who knows?</strong>/sekedar cari tahu, siapa tahu bisnis Anda mudah dijalankan dan produk/jasa Anda murah dan menyenangkan (ciri-ciri who knows : mengirim sms dengan pertanyaan tanpa menyertakan nama dan domisili, gaya bicara kurang antusias atau meninggalkan panggilan tak terjawab/mematikan panggilan setelah Anda jawab). Tingkat closing : 10%</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>10% : just for fun</strong>/iseng-iseng&#8230;dibalas syukur, tidak dibalas juga tidak apa-apa. Kalau dibalas, siapa tahu bisa berkenalan dengan Anda, bisa gabung/beli bisa juga tidak (ciri-ciri just for fun : meninggalkan panggilan tak terjawab/mematikan panggilan setelah Anda jawab). Tingkat closing : 5%</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>5%  : miscellaneous</strong>/kurang jelas apa maunya (ciri-ciri miscellaneous : pura-pura salah sambung, menanyakan apakah Anda si Anu yang dulu sekolah di Anu, HP tadi dipinjam oleh teman dan ada arsip nomor Anda, lebih lucu lagi begitu ditelpon balik malah nanya &#8220;Ini siapa?&#8221;. Biasanya mereka suka sms/meninggalkan panggilan tak terjawab antara jam 12 malam - 6 pagi). Tingkat closing : 0%</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>5%  : third party jumper</strong>/menawari Anda peluang/produk/jasa lain (ciri-ciri third party jumper : selalu memakai media sms, metode hard selling tanpa identitas, kecuali yang menawarkan kredit tanpa agunan dari bank X). Tidak perlu membalas sms dari kelompok ini bila Anda memang tidak membutuhkan produk mereka. Tingkat closing : 0%</li>
</ul>
<p>Berbagai penyimpangan bisa Anda temui bila berhadapan dengan kelompok ke-3 dan ke-4 (just for fun dan miscellaneous). Banyak di antara mereka akan bertanya &#8220;Ibu/mbak sudah berkeluarga blm?&#8221;; &#8220;Umur kamu berapa?&#8221;; &#8220;Boleh gak kita kenal lebih dekat?&#8221;; bahkan ada juga yang menggunakan kalimat-kalimat tidak senonoh. Bila Anda merasa terganggu, ikuti saja <a title="TIPS MENINGKATKAN CLOSING DARI KORAN" href="http://www.inhousebusiness.com/?p=777" target="_blank">metode ampuh dari saya dalam menangkal telpon iseng</a>. Ada juga yang terang-terangan minta dikirimi produk gratis. Abaikan saja, Anda tidak perlu terpancing oleh hal-hal seperti itu.</p>
<p>Satu hal yang pasti, di mana pun Anda memasang iklan, AKAN ADA ORANG YANG MENGHUBUNGI ANDA, kecuali bila Anda memasang iklan di atas pohon di tengah-tengah hutan. Namun seberapa besar tingkat closing yang terjadi, tergantung beberapa faktor, yakni :</p>
<ul>
<li>Apakah calon prospek Anda sudah siap membeli? Baca topik mengenai <a title="Kapan Konsumen Anda Siap Membeli" href="http://www.jokosusilo.com/2009/01/28/kapan-konsumen-memutuskan-membeli-produk-anda/" target="_blank">kesiapan untuk membeli</a> yang dibahas oleh Joko Susilo.</li>
<li>Apakah Anda sudah benar-benar yakin dengan bisnis/produk yang Anda tawarkan? Karena hal ini berhubungan erat dengan rasa memiliki dan kesiapan Anda untuk menjawab semua pertanyaan.</li>
<li>Apakah calon prospek bisa percaya kepada Anda? Hal ini sangat penting, karena Anda hanya berkomunikasi dengan mereka melalui telepon dan mereka hanya akan mentransfer uang bila mereka sudah yakin kepada Anda. </li>
<li>Attitude (sikap) Anda dalam menghadapi calon prospek. Lebih banyak teman, maka lebih banyak closing. Perlakukan mereka sebagai teman yang membutuhkan informasi/produk/jasa/peluang yang Anda tawarkan. Bila ada yang mulai menyimpang dari topik, segera kembalikan ke laptop (seperti kata Tukul Arwana). Bila simpangan terlalu jauh, hadapi dengan kepala dingin, supaya Anda tidak menambah daftar musuh. Jangan sampai waktu Anda terbuang untuk menanggapi telepon/sms yang mengganggu karena ada yang sakit hati dengan Anda. Bagaimana cara menyikapi penyimpangan ini sudah saya bagikan di atas.</li>
<li>Yang tidak kalah penting adalah media pemasangan iklan. Contoh : memasang iklan tentang otomotif di majalah kesehatan tentu kurang tepat. Begitu pula bila Anda memasang iklan tentang produk kecantikan di tabloid otomotif. Salah satu contoh pemasangan iklan yang tepat (bisnis pulsa di tabloid PULSA) bisa dilihat di bawah ini :</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/iklan-pulsa-1b.jpg"><img class="size-full wp-image-960  aligncenter" title="iklan-pulsa-1b" src="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/iklan-pulsa-1b.jpg" alt="" width="562" height="174" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/iklan-pulsa-1a.jpg"></a></p>
<ul>
<li>Jangan lupa, selalu ada kali pertama untuk semua hal. Bila Anda baru pertama kali beriklan dan belum terlalu banyak closing, pasang lagi iklan berikutnya. Mungkin format iklan Anda kurang menarik, headline kurang menggigit, salah penempatan, media kurang sesuai atau cara Anda menangani calon prospek yang kurang tepat. Anda bisa meminta tips dari orang-orang yang sudah berpengalaman dalam beriklan. Anda juga bisa mencatat dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang mungkin telah Anda lakukan. Alah bisa karena berusaha, dengan kata lain&#8230;PRACTICE MAKE PROGRESS&#8230;</li>
</ul>
<p>Sepertinya sudah cukup banyak pengalaman yang saya bagikan seputar pemasangan iklan. Semoga berguna, selamat beriklan dan salam sukses selalu!</p>
<p>Linggawati Saputra ST, MM</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inhousebusiness.com/?feed=rss2&amp;p=930</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MENYINGKAP RAHASIA ORANG SUKSES</title>
		<link>http://www.inhousebusiness.com/?p=876</link>
		<comments>http://www.inhousebusiness.com/?p=876#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 08:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Linggawati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SELF IMPROVEMENT]]></category>

		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[goal setting]]></category>

		<category><![CDATA[Joko Susilo]]></category>

		<category><![CDATA[mindset]]></category>

		<category><![CDATA[online]]></category>

		<category><![CDATA[peluang]]></category>

		<category><![CDATA[pemenang]]></category>

		<category><![CDATA[rahasia]]></category>

		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<category><![CDATA[Tung Desem Waringin]]></category>

		<category><![CDATA[Vnet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inhousebusiness.com/?p=876</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin banyak di antara Anda yang bingung bila ditanya &#8221;Apa arti sukses bagi Anda?&#8221; Jangan dianggap sepele, bila Anda belum bisa mendefinisikan arti kesuksesan itu sendiri, sudah pasti akan sulit bagi Anda untuk mencapainya. Contohnya bila Anda ditanya &#8220;di mana letak Pulau Hayman?&#8221; dan Anda tidak tahu serta tidak berusaha untuk mencari tahu, bisa saja Anda salah membeli tiket penerbangan dan tiba di Pulau Hainan, Cina misalnya. 
Bila Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/the-secret-of-success.bmp"></a><a href="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/the-secret-of-success.bmp"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-895" title="the-secret-of-success" src="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/the-secret-of-success.bmp" alt="" /></a>Mungkin banyak di antara Anda yang bingung bila ditanya &#8221;Apa arti sukses bagi Anda?&#8221; Jangan dianggap sepele, bila Anda belum bisa mendefinisikan arti kesuksesan itu sendiri, sudah pasti akan sulit bagi Anda untuk mencapainya. Contohnya bila Anda ditanya &#8220;di mana letak Pulau Hayman?&#8221; dan Anda tidak tahu serta tidak berusaha untuk mencari tahu, bisa saja Anda salah membeli tiket penerbangan dan tiba di Pulau Hainan, Cina misalnya. </p>
<p>Bila Anda mau sukses (bukan hanya sekedar ingin), Anda harus tahu dulu artinya. Menurut kamus <strong>Oxford Advanced Learner, success (kesuksesan) = the fact that you have achieved something that you want and have been trying to do or get.</strong>  Sukses adalah kondisi di mana Anda telah mencapai sesuatu yang Anda inginkan dan telah Anda coba untuk lakukan/peroleh. Dengan demikian, bagi saya pribadi, sukses merupakan pencapaian yang bertahap, tidak ubahnya dengan sebuah perjalanan.   </p>
<p>Contoh : pada awalnya kemampuan internet Anda hanya sebatas membuka email, browsing dan chatting. Tetapi karena Anda ingin meningkatkan keahlian, Anda pun berusaha belajar ngeblog dan dalam waktu sebulan, Anda sudah memiliki blog pribadi. Itu adalah sebuah kesuksesan, dari tidak mengerti blogging sampai punya blog. Setelah memiliki blog, Anda pun berusaha masuk ke berbagai komunitas, promosi online maupun offline, membina network sebanyak mungkin, serta meningkatkan kredibilitas. Kerja keras Anda membuahkan hasil! Dalam waktu 3 bulan, Anda akhirnya mendapat order pertama. Suatu kesuksesan lagi, dan akan terus meningkat selama Anda tidak berhenti menginginkan pencapaian.    </p>
<p>Di dalam buku Financial Revolution, Tung Desem Waringin mengatakan bila kita mau sukses, belajarlah dari yang terbaik di bidang yang kita inginkan. Tanyakan dua hal penting kepada mereka, yakni :</p>
<ol>
<li>Apa yang mereka lakukan untuk sukses?</li>
<li>Bagaimana cara mereka melakukannya?</li>
</ol>
<p>Setelah sering berinteraksi dengan banyak orang sukses di bidang yang saya tekuni (bisnis Vnet), saya berhasil menyingkap <strong>rahasia sukses mereka.</strong> Saya akan beberkan hal-hal yang dilakukan oleh mereka, yang bisa Anda tiru, yakni :</p>
<ul>
<li><strong>Bisa melihat</strong> bisnis Vnet (atau apa pun bisnis sampingan yang sedang Anda tekuni) sebagai suatu <strong>peluang untuk mengubah hidup</strong>. Artinya Anda bukan sekedar berjuang untuk mencari sesuap nasi dan bertahan hidup. Oleh sebab itu Anda harus memiliki <a title="MEMILIKI MINDSET BISNIS YANG BENAR" href="http://www.inhousebusiness.com/?p=665" target="_blank">mindset bisnis yang benar</a>, buang jauh-jauh mindset sebagai seorang pekerja yang bekerja secukupnya, asal bisa makan dan tidak dipecat.  </li>
<li><strong>Selalu berpikir besar. </strong>Artinya Anda harus berani bermimpi untuk keluar dari keadaan Anda sekarang, berani menetapkan apa yang ingin Anda miliki dalam waktu 3, 5 atau 10 tahun yang akan datang. Jangan pedulikan orang-orang terdekat Anda, teman baik atau tetangga yang berusaha mencuri impian dan menganggap Anda gila, mimpi di siang bolong atau terlalu muluk-muluk. Jangan pernah biarkan orang lain meremehkan diri Anda tanpa seijin Anda. Kehidupan Anda di masa datang tergantung dari apa yang Anda pikirkan pada saat ini. Sulit untuk dipercaya? Percayalah!   </li>
<li><strong>Bekerja dengan target/goal setting.</strong> Artinya Anda harus menentukan apa yang hendak Anda capai dalam kurun waktu tertentu. Target yang Anda tentukan haruslah spesifik, terukur, bisa diterima dan realistis. </li>
<li><strong>Bekerja dengan rasa memiliki.</strong> Artinya Anda akan melakukan yang terbaik untuk pengembangan bisnis Anda. Contoh : pemilik toko yang punya rasa memiliki, pasti rela datang lebih pagi dan pulang lebih telat daripada para pegawainya sampai tokonya bisa berjalan lancar tanpa banyak campur tangan dari sang pemilik.  </li>
<li><strong>Bekerja tanpa mempermasalahkan waktu.</strong> Artinya pada masa-masa membangun bisnis, ada kalanya Anda harus mengorbankan waktu berakhir pekan/liburan bersama keluarga atau jalan-jalan ke mal demi mengikuti training/seminar. Mungkin Anda harus pulang rumah lebih malam dan tidak bisa menonton TV, karena sepulang kantor Anda masih mencari prospek atau ke warnet mengurusi bisnis online Anda. Mata mengantuk dan tubuh lelah pun Anda abaikan. Itulah salah satu harga yang harus Anda bayar. Makin besar harga yang berani Anda bayar, makin cepat pula Anda akan sukses. Bila Anda sudah sukses, Anda bahkan bisa berlibur atau jalan-jalan ke mal setiap hari!    </li>
<li><strong>Bekerja dengan fokus.</strong> Artinya Anda tidak mudah terombang-ambing dengan berbagai penawaran bisnis yang menggiurkan. Bahkan tidak sedikit yang menawarkan &#8220;kemudahan&#8221;, tidak perlu bekerja, cukup daftar, duduk, diam, duit. Tidak ada yang namanya duit datang dari langit. Apapun peluang bisnis yang Anda pilih, Anda tetap harus bekerja untuk mendapatkan hasil. Bila ada tawaran yang begitu menggiurkan, saya harap Anda berhati-hati dan teliti sebelum bergabung. Saran saya, pilihlah bisnis yang terdaftar, tercanggih dan terpercaya (3T). </li>
<li><strong>Selalu bekerja lebih baik daripada orang lain.</strong> Bila Anda ingin blog Anda lebih dikenal daripada para pesaing Anda, Anda harus promosi lebih banyak. Bila Anda ingin mendapat member lebih banyak daripada orang lain, Anda harus bercerita/prospek lebih sering. Anda akan lebih cepat berhasil bila memperkenalkan peluang bisnis kepada 10 orang dalam satu hari,  daripada 10 orang dalam satu minggu. <em>No pain, no gain</em>. Itu sudah hukumnya. </li>
</ul>
<p>Berita baiknya, tidak pernah ada kata terlambat untuk menerapkan rahasia ini. Bila Anda bertanya-tanya, kapan waktu yang paling baik untuk memulai? Jawabannya adalah hari ini! <em>Don&#8217;t wait until tomorrow what you can do today!</em> Bila Anda masih mengambang, sebuah <a title="BISNIS VNET BUKAN SEKEDAR PULSA" href="http://www.inhousebusiness.com/?page_id=123" target="_blank">kesempatan luar biasa</a> masih terbuka lebar dan saya dengan senang hati akan membimbing Anda.</p>
<p>Saya sangat terkesan dengan artikel Mas Joko Susilo baru-baru ini. Beliau menekankan action atau tindakan sebagai jawaban dari <a title="Artikel terbaru Joko Susilo-forbis" href="http://www.jokosusilo.com/2009/03/13/satu-satunya-pembeda-antara-pemenang-dan-pecundang" target="_blank">Satu-Satunya Pembeda Antar Pemenang dan Pecundang</a>. Semoga artikel ini bisa melengkapi tulisan Mas Joko yang begitu luar biasa dan bermanfaat bagi Anda semua. Salam sukses!</p>
<p>Linggawati Saputra ST, MM</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inhousebusiness.com/?feed=rss2&amp;p=876</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KELUAR DARI PENJARA MENTAL</title>
		<link>http://www.inhousebusiness.com/?p=851</link>
		<comments>http://www.inhousebusiness.com/?p=851#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 06:03:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Linggawati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SELF IMPROVEMENT]]></category>

		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[mental]]></category>

		<category><![CDATA[modal]]></category>

		<category><![CDATA[penjara]]></category>

		<category><![CDATA[positif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inhousebusiness.com/?p=851</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya tinggal di dalam penjara? Jangankan di penjara yang sesungguhnya, setiap hari terkurung di dalam rumah pun Anda pasti tidak akan betah. Bahkan, terbelenggu oleh keadaan dan tekanan hidup yang sama juga tak kalah menyengsarakan. 
Ada satu macam penjara yang dimiliki oleh orang kebanyakan. Tidak diperlukan pihak berwajib untuk membawa mereka ke dalamnya. Penjara ini terbentuk oleh pola hidup dan sistem keyakinan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/jail3.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-866" title="W0724-11" src="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/jail3-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya tinggal di dalam penjara? Jangankan di penjara yang sesungguhnya, setiap hari terkurung di dalam rumah pun Anda pasti tidak akan betah. Bahkan, terbelenggu oleh keadaan dan tekanan hidup yang sama juga tak kalah menyengsarakan. </p>
<p>Ada satu macam penjara yang dimiliki oleh orang kebanyakan. Tidak diperlukan pihak berwajib untuk membawa mereka ke dalamnya. Penjara ini terbentuk oleh pola hidup dan sistem keyakinan yang tertanam sejak dini dan butuh keberanian untuk mendobraknya. Itulah sebabnya mengapa di dunia ini jauh lebih banyak orang yang hidupnya biasa-biasa saja. Mereka masih bergelut untuk sekedar bisa memenuhi kebutuhan dasar yaitu pangan, sandang dan papan. Bahkan banyak orang yang tidak memiliki rumah sendiri dan masih punya banyak hutang. Belenggu ini dikenal dengan nama <strong>PENJARA MENTAL</strong>.</p>
<p>Contoh penjara mental yang paling sering kita jumpai adalah :</p>
<ul>
<li><strong>BUTUH MODAL UNTUK MEMULAI BISNIS</strong></li>
</ul>
<blockquote><p>Seseorang bisa berdalih kalau dia berasal dari keluarga miskin sehingga wajar bila orang tuanya tidak bisa memberi modal usaha. Otomatis peluangnya untuk memulai bisnis sendiri adalah nol. Orang yang menggunakan alasan modal, tidak tahu kalau banyak pengusaha sukses yang memulai usaha dengan modal dengkul. Contoh : Aristotle Onassis yang kaya karena menjadi makelar pedagang tembakau terbesar di Amerika.</p></blockquote>
<ul>
<li><strong>BUTUH PENDIDIKAN TINGGI UNTUK SUKSES</strong></li>
</ul>
<blockquote><p>Orang seperti ini berdalih dia tidak sukses karena orang tuanya miskin sehingga tidak bisa mengirimnya ke perguruan tinggi. Orang yang menggunakan alasan ini pasti tidak tahu bahwa banyak orang tanpa gelar akademik bisa meraih sukses. Contoh : Bob Sadino, Sudono Salim, Andri Wongso, Bill Gates dan lain-lain.</p></blockquote>
<ul>
<li><strong>ALASAN USIA</strong></li>
</ul>
<blockquote><p>Banyak orang yang merasa &#8221;usia emas&#8221;-nya sudah lewat karena sudah di atas 40 atau 50 tahun sehingga pasti kalah bersaing dengan yang muda-muda. Mereka tidak tahu bahwa kolonel Sanders, pemilik restoran waralaba KFC, memulai bisnis pada usia 65 tahun dan baru sukses secara finansial pada usia 80 tahun. Beliau meninggal pada usia 90 tahun dan meninggalkan warisan jutaan dollar. </p></blockquote>
<ul>
<li><strong>ALASAN GENDER</strong></li>
</ul>
<blockquote><p>Saya seorang perempuan sehingga ruang gerak saya tidak leluasa seperti laki-laki. Wajar saja bila saya tidak bisa sukses. Orang ini tidak bisa melihat bahwa jaman sekarang sudah banyak wanita menjadi menteri, perdana menteri, presiden dan pengusaha.</p></blockquote>
<ul>
<li><strong>ALASAN KESEHATAN</strong></li>
</ul>
<blockquote><p>Saya punya penyakit asma, kalau penyakit saya kambuh, saya tidak bisa melakukan kegiatan apa-apa, wajar kalau saya tidak bisa sukses. Orang ini pasti tidak tahu bahwa banyak orang yang memiliki penyakit bawaan bahkan cacat fisik sejak lahir bisa meraih sukses. Contoh : Stevie Wonder buta sejak lahir, tetapi bisa sukses dalam dunia tarik suara. Ludwig van Beethoven, mengalami disfungsi pendengaran total namun tetap mampu menghasilkan karya besar dalam dunia musik klasik. </p></blockquote>
<ul>
<li><strong>TIDAK PUNYA WAKTU</strong></li>
</ul>
<blockquote><p>Banyak orang menggunakan dalih tidak punya waktu sebagai alasan pembenaran tidak bisa sukses. Padahal setiap orang punya waktu yang sama yaitu 24 jam. Ada orang yang bisa memanfaatkan waktu 24 untuk melakukan banyak hal, namun ada juga orang yang menghabiskannya untuk melakukan kegiatan yang tidak berarti. Dalam hal ini yang terpenting adalah strategi jitu untuk mengatur waktu.</p></blockquote>
<p>Contoh di atas hanyalah sebagian kecil dari penjara mental yang menghambat kesuksesan seseorang. Jika Anda ingin sukses, maka hancurkan dulu tembok mental yang memenjarakan Anda. Caranya, ubah dulu sistem keyakinan yang menghambat tersebut dan bergaul dengan orang-orang yang positif dan sukses. Cara berfikir Anda secara otomatis akan berubah dan sebagai akibatnya tindakan Anda juga akan berubah. Pada akhirnya nasib Anda juga akan berubah. Coba dan buktikan sendiri. Salam sukses!</p>
<p>Linggawati Saputra ST,MM</p>
<p> </p>
<blockquote><p> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inhousebusiness.com/?feed=rss2&amp;p=851</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>JARI-JARI KEHIDUPAN (A BALANCE LIFE)</title>
		<link>http://www.inhousebusiness.com/?p=838</link>
		<comments>http://www.inhousebusiness.com/?p=838#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 05:28:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Linggawati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SELF IMPROVEMENT]]></category>

		<category><![CDATA[finansial]]></category>

		<category><![CDATA[jari-jari]]></category>

		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>

		<category><![CDATA[kehidupan sosial]]></category>

		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<category><![CDATA[keseimbangan]]></category>

		<category><![CDATA[rohani]]></category>

		<category><![CDATA[stabil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inhousebusiness.com/?p=838</guid>
		<description><![CDATA[Bila Anda merentangkan telapak tangan, adakah hal unik yang Anda lihat? Mungkin bagi Anda biasa-biasa saja. Anda tidak pernah menyadari keberadaan 5 buah jari yang menakjubkan. Tuhan telah menciptakan manusia sedemikian rupa, begitu unik dan luar biasanya, termasuk 5 buah jari yang menyempurnakan fungsi anggota tubuh Anda. Mengapa jari Anda berjumlah 5? Tidak ada yang tahu jawabannya, tetapi pada kenyataannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/fingers2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-846" title="fingers2" src="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/fingers2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Bila Anda merentangkan telapak tangan, adakah hal unik yang Anda lihat? Mungkin bagi Anda biasa-biasa saja. Anda tidak pernah menyadari keberadaan 5 buah jari yang menakjubkan. Tuhan telah menciptakan manusia sedemikian rupa, begitu unik dan luar biasanya, termasuk 5 buah jari yang menyempurnakan fungsi anggota tubuh Anda. Mengapa jari Anda berjumlah 5? Tidak ada yang tahu jawabannya, tetapi pada kenyataannya Anda bisa melakukan berbagai aktivitas dengan nyaman karena kelima buah jari tersebut.</p>
<p>Apa jadinya bila Anda kehilangan salah satu, misalnya ibu jari? Anda akan mengalami kesulitan untuk menulis, memasang kancing baju, bahkan menghitung lembaran uang kertas! Kelima buah jari diciptakan untuk dapat bekerja sama, saling melengkapi dan membentuk satu keseimbangan. Coba Anda pejamkan mata dan bayangkan,  seandainya kelima buah jari Anda memiliki bentuk dan panjang yang sama&#8230;   </p>
<p>Dalam postingan ini, saya tidak akan membahas lebih lanjut mengenai anatomi dan fungsi jari-jari tangan. Ada rangkaian jari yang lebih penting, yaitu jari-jari kehidupan. Jari-jari inilah yang menopang roda kehidupan kita sehingga dapat terus berputar. Agar perputarannya stabil, jari-jari kehidupan ini harus seimbang dan kehilangan salah satu jari akan membuat hidup kita kurang sempurna. Apa sajakah jari-jari kehidupan itu? Mari sama-sama kita lihat.</p>
<ul>
<li><strong>Jari-jari pertama : KESEHATAN</strong></li>
</ul>
<blockquote><p>Tanpa kesehatan maka semua hal yang kita miliki tidak akan ada artinya. Apa gunanya bila kita memiliki rumah mewah, mobil mewah, deposito miliaran tetapi mengalami stroke hingga lumpuh? Bersyukurlah pada Tuhan bila kita masih sehat dan semua anggota serta organ tubuh kita masih berfungsi. Tugas kitalah untuk menjaga kesehatan pribadi agar terhindar dari penyakit yang mengganggu aktivitas. Ingatlah selalu bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.    </p></blockquote>
<ul>
<li><strong>Jari-jari kedua : KELUARGA</strong></li>
</ul>
<blockquote><p>Pada dasarnya manusia memang diciptakan untuk hidup berpasangan, kecuali mereka yang terpilih untuk mengemban misi istimewa. Dengan memiliki pasangan, manusia bisa membentuk sebuah keluarga serta memiliki keturunan. Sudah pasti memiliki keluarga yang harmonis adalah impian setiap orang, namun kenyataannya banyak orang yang terlalu sibuk mencari uang sehingga tidak bisa memiliki waktu berkualitas untuk keluarganya. </p></blockquote>
<blockquote><p><strong></strong></p></blockquote>
<ul>
<li><strong>Jari-jari ketiga : KEHIDUPAN SOSIAL</strong></li>
</ul>
<blockquote><p>Meskipun kita memiliki pasangan dan keluarga yang harmonis, hidup akan serasa hampa bila kita tidak memiliki kehidupan sosial. Setiap orang memerlukan teman berbagi dan bertukar pikiran selain dengan pasangannya sendiri. Tentunya dalam batas-batas yang wajar.  Kehidupan sosial bisa mencakup rekan kerja/bisnis, satu profesi, rekan sepermainan di lapangan basket, satu lingkungan, atau bahkan satu nasib (sama-sama baru di-PHK dan sebagainya). Saat ini situs pertemanan di dunia maya cukup marak dan menjadi salah satu wadah kehidupan sosial bagi berbagai kalangan. Contohnya <a href="http://www.friendster.com">www.friendster.com</a>, <a href="http://www.facebook.com">www.facebook.com</a> dan <a href="http://www.mybloglog.com">www.mybloglog.com</a>    </p></blockquote>
<ul>
<li><strong>Jari-jari keempat : ROHANI</strong></li>
</ul>
<blockquote><p>Kehidupan rohani berbicara mengenai hubungan vertikal manusia dengan penciptanya dan terpulang kepada keyakinan masing-masing individu.</p></blockquote>
<ul>
<li><strong>Jari-jari kelima : FINANSIAL</strong></li>
</ul>
<blockquote><p>Uang memang bukan hal yang paling penting dalam kehidupan, tetapi faktanya semua hal yang penting perlu uang. Untuk memiliki kesehatan yang prima, kita perlu makanan sehat, berolahraga serta mungkin produk makanan kesehatan, dan semua itu perlu dibeli dengan uang. Untuk berkeluarga dan membesarkan anak, diperlukan biaya yang tidak sedikit. Dalam pergaulan sosial, tentu wajib hukumnya untuk ikut urunan apabila ada perayaan bersama atau teman yang mengalami musibah.</p></blockquote>
<p>Kesimpulannya : kehidupan yang sukses harus berimbang, tidak bisa satu hal lebih dominan daripada hal lainnya. Kualitas hubungan keluarga harus baik dan waktu untuk hal-hal rohani perlu diperhatikan. Kita tidak bisa hidup sendiri di dunia ini karena kita makhluk sosial. Tanpa kesehatan maka semua yang di dunia ini tidak berguna. Uang bukan hal paling penting di dunia tapi semua hal penting perlu uang.</p>
<p>Dengan jari-jari yang imbang, maka roda kehidupan akan berjalan lancar dan membuat HIDUP ADALAH INDAH &#8220;LIFE IS BEAUTIFUL&#8221;. Daripada minta bantuan, lebih baik membantu orang. Daripada mencari-cari pekerjaan, lebih baik bila kita bisa menyediakan lapangan pekerjaan atau peluang buat orang lain. Apabila kita membantu orang lain, maka secara otomatis kita akan punya banyak teman dan usaha kita akan lancar.  </p>
<p>Adakah kehidupan yang begitu sempurna? Mungkin banyak yang menjawab tidak mungkin ada. Minimal carilah yang mendekati, karena semua bisa kita usahakan bila kita mau. Mungkin bisnis tambahan seperti <a title="SMUO" href="http://inhousebusiness.com/business" target="_blank">bisnis online</a> atau <a title="FORMULA HP MESIN PULSA ANDA" href="http://inhousebusiness.com/?page_id=123" target="_blank">viral marketing</a> bisa menjadi jawaban untuk membantu keseimbangan jari-jari kehidupan Anda. Salam sukses!</p>
<p>Linggawati Saputra ST, MM</p>
<p> </p>
<blockquote><p> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inhousebusiness.com/?feed=rss2&amp;p=838</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>EFISIENSI PULSA : TELPON ATAU SMS?</title>
		<link>http://www.inhousebusiness.com/?p=812</link>
		<comments>http://www.inhousebusiness.com/?p=812#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 08:38:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Linggawati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[MARKETING TIPS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inhousebusiness.com/?p=812</guid>
		<description><![CDATA[Dalam berkomunikasi bisnis melalui HP, seringkali tanpa sadar kita membuang pulsa (baca : duit) untuk hal-hal yang kurang penting. Misalnya : menelpon ulang segera sesudah telpon ditutup karena mendadak ingat satu hal yang belum disampaikan. Atau memaksa terus berbicara meskipun terdapat gangguan sinyal, yang akhirnya membuat hati kesal dan dapat memicu kesalahpahaman.  Perlu diingat bahwa tujuan utama kita berkomunikasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/mobilephone.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-826" title="mobilephone" src="http://www.inhousebusiness.com/wp-content/uploads/mobilephone-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Dalam berkomunikasi bisnis melalui HP, seringkali tanpa sadar kita membuang pulsa (baca : duit) untuk hal-hal yang kurang penting. Misalnya : menelpon ulang segera sesudah telpon ditutup karena mendadak ingat satu hal yang belum disampaikan. Atau memaksa terus berbicara meskipun terdapat gangguan sinyal, yang akhirnya membuat hati kesal dan dapat memicu kesalahpahaman.  Perlu diingat bahwa tujuan utama kita berkomunikasi adalah menyampaikan informasi yang akan berguna bagi calon klien atau prospek kita.</p>
<p>Untungnya, sekarang ini komunikasi lewat HP telah dilengkapi dengan fasilitas SMS, sehingga bisa digunakan sebagai alternatif penyampaian informasi. Jadi bila sinyal HP Anda atau penerima kurang bagus, Anda bisa langsung mengirimkan pesan singkat untuk menghubungi kembali.</p>
<p>Sebenarnya fasilitas telpon maupun SMS memiliki fungsi penting yang berlainan dan saling melengkapi. Kedua-duanya bisa membantu kelancaran bisnis Anda dengan biaya minimal bila Anda tahu cara penggunaannya. Intinya adalah, kapan sebaiknya Anda menelpon? Kapan pula sebaiknya Anda mengirimkan SMS? Berikut tips yang mungkin bisa Anda manfaatkan :</p>
<p><strong>KAPAN SEBAIKNYA ANDA MENELPON?</strong></p>
<ul>
<li>Bila calon klien/prospek Anda membutuhkan penjelasan singkat tentang produk/jasa Anda. Contoh isi pesan yang wajib Anda hubungi : Selamat pagi Pak, perkenalkan saya David dari Jakarta. Saya tertarik dengan program pulsa berhadiah yang Bapak tawarkan. Bisa saya minta informasi yang lebih jelas tentang program ini? Terima kasih -David-  </li>
<li>Bila Anda dimohon untuk menghubungi kembali, terlebih bila ada tambahan kata &#8216;penting&#8217;.</li>
<li>Bila Anda mendapatkan panggilan tak terjawab (missed call) lebih dari 3 kali dari nomor yang sama dan bunyi deringnya benar-benar berhenti karena sudah waktunya. Berhubung posisi Anda membutuhkan klien/prospek, maka sebaiknya Anda menghubungi kembali. Tapi segera matikan telpon bila panggilan tersebut berasal dari orang iseng (di akhir artikel ada bonus <strong>tips jitu menangkal penelpon iseng</strong>).</li>
<li>Bila Anda membutuhkan jawaban/konfirmasi segera. Pertimbangannya, orang cenderung langsung mengangkat telpon daripada membuka SMS, karena lebih praktis. Sebab yang lain, karena <em>ring tone</em> yang dipasang untuk panggilan masuk biasanya lebih panjang daripada SMS. Jadi daripada mengganggu lingkungan sekitar, mereka lebih baik segera mengangkat telpon.</li>
<li>Bila Anda ingin memberi rasa nyaman dan kepercayaan kepada calon klien/prospek, sangat dianjurkan untuk menelpon, berkenalan dan berkomunikasi dengan tutur kata yang sopan dan lugas. Namun sebagai pebisnis profesional, Anda harus memegang kontrol penuh terhadap topik pembicaraan. Bila lawan bicara mulai melebarkan pertanyaan ke topik yang tidak berhubungan, Anda harus bisa mengembalikannya secara halus.</li>
<li>Bila Anda memiliki janji temu dengan calon klien/prospek, sebaiknya Anda meminta konfirmasi akhir melalui telpon 2-3 jam sebelum waktu pertemuan untuk menghindari faktor X yang disebut &#8216;lupa&#8217;.</li>
</ul>
<p><strong>LALU, KAPAN SEBAIKNYA ANDA MENGIRIMKAN SMS?</strong></p>
<ul>
<li>Bila informasi yang hendak Anda sampaikan penting untuk diingat dan mungkin dibutuhkan sewaktu-waktu, seperti cara pemesanan produk, pendaftaran anggota baru atau undangan ke sebuah acara.</li>
<li>Bila informasi yang hendak Anda sampaikan harus tepat dalam penulisan seperti nama lengkap, nomor telpon, alamat, nomor rekening, alamat blog dan sebagainya.</li>
<li>Bila panggilan telpon Anda sebanyak 2-3 kali tidak terjawab. Mungkin orang yang Anda tuju sedang meeting, makan siang atau mandi sehingga tidak bisa mengangkat telpon. Kirimkan pesan yang berisi perkenalan diri serta maksud dan tujuan Anda secara singkat. Bila memang penting, Anda boleh meminta dihubungi kembali.</li>
<li>Bila sinyal telpon Anda atau penerima kurang mendukung.</li>
<li>Bila kondisi emosi Anda sedang kurang stabil, padahal Anda perlu menyampaikan informasi kepada calon klien/prospek Anda.</li>
<li>Bila pulsa Anda tinggal sedikit sedangkan Anda butuh menelpon. Anda bisa menggunakan sisa pulsa tersebut untuk <a title="FORMULA HP MESIN PULSA ANDA" href="http://www.inhousebusiness.com/?page_id=123" target="_blank">mengisi pulsa dari HP Anda sendiri</a>.</li>
</ul>
<p>Karena nomor HP Anda terpampang di media massa yang bisa dilihat oleh banyak orang, tidak menutup kemungkinan ada oknum-oknum kurang bertanggung jawab yang akan menghubungi Anda baik melalui SMS, telpon maupun panggilan tak terjawab. Ada <strong>tips jitu menangkal penelpon iseng, </strong>yaitu :</p>
<ul>
<li>Segera masukkan mereka ke dalam phone book dengan nama khusus (misalnya : Iseng Deh) dan nada dering lagu kesukaan Anda. Jadi bila mereka menelpon akan segera ketahuan.</li>
<li>Segera hapus bila mereka mengirimkan SMS. Jangan buang waktu untuk hal-hal yang tidak membangun.</li>
<li>Tidak perlu menolak panggilan apalagi sampai mematikan HP Anda. Bila Anda sedang tidak ingin diganggu oleh nada dering, bisa mengaktifkan mode getar.</li>
<li>Segera terima bila mereka menelpon, aktifkan mode diam (mute) dan letakkan HP Anda begitu saja sehingga Anda tidak perlu mendengar perkataan mereka. Pulsa mereka otomatis akan terkuras dan mereka akan kesal sendiri. Terapkan cara ini beberapa kali, dijamin mereka tidak akan mengganggu Anda lagi.</li>
</ul>
<p>Oke&#8230;semoga tips di atas bisa membantu kelancaran komunikasi bisnis Anda. Selamat mencoba dan salam sukses! </p>
<p>Linggawati Saputra ST, MM</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inhousebusiness.com/?feed=rss2&amp;p=812</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
